Rabu, 23 Mei 2012

merampas mimpi

Merampas mimpi...

dan semua yang ku rangkai dalam satu malam
kini pecah, hilang dalam mimpi
senja yang tak lagi bermain di mataku. . .
kaku jiwa yang terikat pada lelah
entah dari mana datangnya sebutir tawa
tapi itu tawa luka. . .
hancur resah menusuk
aku tetap berlari mengejar pintu mimpi
tersandung...
terjatuh bergelimang doa-doa. . .
ratap ku pada bulan yang tak lagi menari
menghiasi mimpi sang pemimpi. . .
bukalah aku pintu mimpi
agar aku bisa menangis mencari air mataku yang hilang. . .
itu mimpiku
jangan kau rampas lagi wahai tangan dengki. . .
dingin panas aku meniti
perih dua telapak kaki
darah. . .
darah mengalir deras di atas mimpi
jauh, masih jauh aku mencari mimpi ku
yang dulu sempat aku titip dalam satu malam
gerimispun menangis tak berhenti
lari lagi luka. . .
lesu bermain merangkak dan aku terjatu lagi.. .
kali ini dua kaki lumpuh tak lagi menopang tubuh malang
bersama bayang kupu-kupu biru
menuntun ku. . .
menggenggam jari-jari kebebasanku
sayap harap rindu. . .
ku tabur doa di mimpi ku
semoga tumbuh subur bunga-bunga mimpi
indah bukan neraka mimpi.!!
aku tersenyum rendah di celah kaki bukit mimpi dan
terlelap dengan air mata membasahi peluhku. . .
mengalir deras hingga ujung senyuman ku terjatuh
di pelipis membasuh kedua tanganku denagan penuh harapan. . .

1 komentar: